Resep Putri Salju.By: Fatmah Bahalwan
Bahan:
- 250gr mentega
- 100gr gula halus
- 200gr kacang mete (panggang, haluskan)
- 250gr tepung terigu
Bahan taburan:
- 150gr gula bubuk, aduk dengan 1/2 sdt vanilli (optional)
- gula donat secukupnya
Cara Membuat:
1. Kocok mentega dan gula halus hingga lembut, tambahkan kacang mete dan tepung terigu, aduk rata.
2. Bulatkan adonan, simpan dalam kulkas ½ jam, bentuk bulan sabit.
3. Susun dalam loyang tipis (loyang cookies), panggang dalam oven selama lebih kurang 20 menit, hingga matang.
4. Panas-panas, gulingkan dalam gula bubuk biasa. Setelah terbalut rata, gulingkan dalam gula donat.
******
Putri salju yang saya buat ini, resep dasarnya ngikut resepnya bu Fatmah Bahalwan, tapi dimodif lagi -kebiasaan modif resep grin emotikon - dengan ditambah kuning telur grin emotikon (soalnya kemarin ada resep yang memakai kuning telur) dan tanpa kacang mete grin emotikon (dipasar ga nemu yang jual kacang mete dimana grin emotikon baru kepikiran pas Abah bilang, kenapa ga ke Alfamart aja, siapa tau ada grin emotikon )
Karena saya mau bikin agak banyakan, maka dikali lah resep itu jadi 2 dengan ditambah sedikit "bentrokan resep" grin emotikon
Resep yang saya pakai:
Bahan:
- 250gr mentega, bekukan
- 200gr margarin, bekukan
- 200gr gula halus
- 2 kuning telur
- 700gr tepung terigu, sangrai
*terigunya saya hitung jadi 700gr, anggaplah 500gr-nya takaran tepung terigu yang seharusnya digunakan, 200gr-nya buat ganti kacang mete grin emotikon
Bahan taburan:
- gula bubuk
Cara Membuat:
1. Potong mentega dan margarin yang dibekukan. Kemudian kocok mentega, margarin, gula halus dan kuning telur hingga lembut, tambahkan tepung terigu, aduk rata.
2. Giling adonan, kemudian cetak dengan bentuk sabit (atau sesuai selera). Susun dalam loyang tipis (loyang cookies). Simpan dalam kulkas kurang lebih 15 menit.
3. Panggang dalam oven 140 derajat Celcius selama lebih kurang 20 menit, hingga matang.
4. Panas-panas, gulingkan dalam gula bubuk.
Ada bentrok resepnya kan? Hehee..harap maklum grin emotikon
*Tips (yang saya dapat dari mana-mana grin emotikon ):
- Jangan terlalu lama mengocok mentega, margarin, gula halus dan kuning telur, cukup sampai lembut saja.
- Jika ingin, sebelum memangang, adonan bisa disimpan dikulkas dahulu, atau bisa langsung dipanggang (saya coba dua-duanya)
Yuk kreasikan imajinasi kulinermu. ^_^
Ini Resep aslinya dari blog http:// www.justtryandtaste.com/ 2012/03/ cake-kukus-pisang-zebra-hij au-coklat.html
Cake Kukus Pisang Zebra Hijau dan Coklat
Untuk 2 buah loyang cake diameter loyang 20 cm
Bahan:
- 650 gram pisang ambon, emas, raja atau kepok yang sangat matang, hancurkan hingga lumat
- 3 butir telur ukuran besar, kocok lepas
- 2oo ml minyak sayur atau zaitun
- 200 gram gula pasir
- 1 sendok teh garam
- 350 gram tepung terigu serba guna atau protein rendah (misal Segitiga Biru atau Kunci Biru)
- 2 sendok teh baking powder (pastikan fresh, double acting dan cek masa kedaluarsanya)
- 1/2 sendok teh baking soda
- 1/2 sendok teh vanili bubuk atau 1 sendok teh vanila ekstrak
- 2 sendok teh pasta coklat (saya menggunakan pasta Black Forrest)
- 2 sendok teh pasta pandan hijau
Cara membuat:
-Siapkan loyang bulat diameter 20 cm. Olesi mentega dan taburi tepung pada permukaannya. Sisihkan.
-Siapkan dandang kukusan, beri air agak banyak. Panaskan hingga air mendidih.
-Siapkan mangkuk, masukkan bahan kering seperti tepung terigu, garam, vanili bubuk, baking powder dan baking soda. Aduk hingga rata menggunakan spatula.
-Siapkan mangkuk besar, masukkan pisang lumat, gula, minyak dan telur kocok, aduk menggunakan spatula hingga tercampur dengan baik. Tuangkan campuran tepung ke dalam adonan pisang bagi dalam dua tahap. Aduk perlahan dengan spatula hingga tercampur baik.
-Note: jika tepung bergumpal-gumpal, mikser sebentar dengan kecepatan rendah sekitar 1 menit hingga tepung bercampur baik dan gumpalan hilang.
-Bagi adonan menjadi dua bagian, satu bagian diberi dengan pasta coklat atau pasta black forrest sementara bagian lainnya diteteskan dengan pasta pandan hijau. Aduk hingga tercampur rata.
-Menggunakan sendok sayur tuangkan satu sendok adonan coklat ke dasar loyang. Kemudian dengan sendpk sayur yang memiliki ukuran yang sama ambil adonan hijau dan tuangkan secara hati-hati di atas adonan coklat yang telah kita tuangkan sebelumnya di loyang. Lakukan kegiatan ini secara berselang-seling hingga hampir mencapai tinggi loyang. Jika anda menggunakan loyang bulat diameter 20 cm maka adonan bisa untuk dua buah loyang cake.
-Masukkan loyang berisi adonan ke dalam kukusan yang telah panas mendidih. Tutup permukaannya dengan kain bersih yang menyerap air. Tutup rapat dengan penutup kukusan.
-Kukus selama minimal 45 menit dengan api sedang tanpa dibuka sama sekali selama proses pengukusan. Jika cake telah matang, keluarkan dari dalam kukusan, biarkan sejenak hingga hilang uap panasnya. Balikkan cake di piring dan potong-potong sesuai selera.
******
Saya menggunakan loyang untuk bolu kukus, karena kebetulan baru beli kertasnya, jadi sekalian dicoba deh, hehee
Resep asli memakai pasta coklat, dan karena dirumah ga ada pasta coklat dan hanya ada pasta pandan dan pasta buah lainnya, walhasil jadilah warnanya putih hijau saja, hohoo
Kue yang ada difoto hasil modifikasi saya dari resep diatas.
Yuk, kreasikan imajinasi kulinermu ^_^
Cake Kukus Pisang Zebra Hijau dan Coklat
Untuk 2 buah loyang cake diameter loyang 20 cm
Bahan:
- 650 gram pisang ambon, emas, raja atau kepok yang sangat matang, hancurkan hingga lumat
- 3 butir telur ukuran besar, kocok lepas
- 2oo ml minyak sayur atau zaitun
- 200 gram gula pasir
- 1 sendok teh garam
- 350 gram tepung terigu serba guna atau protein rendah (misal Segitiga Biru atau Kunci Biru)
- 2 sendok teh baking powder (pastikan fresh, double acting dan cek masa kedaluarsanya)
- 1/2 sendok teh baking soda
- 1/2 sendok teh vanili bubuk atau 1 sendok teh vanila ekstrak
- 2 sendok teh pasta coklat (saya menggunakan pasta Black Forrest)
- 2 sendok teh pasta pandan hijau
Cara membuat:
-Siapkan loyang bulat diameter 20 cm. Olesi mentega dan taburi tepung pada permukaannya. Sisihkan.
-Siapkan dandang kukusan, beri air agak banyak. Panaskan hingga air mendidih.
-Siapkan mangkuk, masukkan bahan kering seperti tepung terigu, garam, vanili bubuk, baking powder dan baking soda. Aduk hingga rata menggunakan spatula.
-Siapkan mangkuk besar, masukkan pisang lumat, gula, minyak dan telur kocok, aduk menggunakan spatula hingga tercampur dengan baik. Tuangkan campuran tepung ke dalam adonan pisang bagi dalam dua tahap. Aduk perlahan dengan spatula hingga tercampur baik.
-Note: jika tepung bergumpal-gumpal, mikser sebentar dengan kecepatan rendah sekitar 1 menit hingga tepung bercampur baik dan gumpalan hilang.
-Bagi adonan menjadi dua bagian, satu bagian diberi dengan pasta coklat atau pasta black forrest sementara bagian lainnya diteteskan dengan pasta pandan hijau. Aduk hingga tercampur rata.
-Menggunakan sendok sayur tuangkan satu sendok adonan coklat ke dasar loyang. Kemudian dengan sendpk sayur yang memiliki ukuran yang sama ambil adonan hijau dan tuangkan secara hati-hati di atas adonan coklat yang telah kita tuangkan sebelumnya di loyang. Lakukan kegiatan ini secara berselang-seling hingga hampir mencapai tinggi loyang. Jika anda menggunakan loyang bulat diameter 20 cm maka adonan bisa untuk dua buah loyang cake.
-Masukkan loyang berisi adonan ke dalam kukusan yang telah panas mendidih. Tutup permukaannya dengan kain bersih yang menyerap air. Tutup rapat dengan penutup kukusan.
-Kukus selama minimal 45 menit dengan api sedang tanpa dibuka sama sekali selama proses pengukusan. Jika cake telah matang, keluarkan dari dalam kukusan, biarkan sejenak hingga hilang uap panasnya. Balikkan cake di piring dan potong-potong sesuai selera.
******
Saya menggunakan loyang untuk bolu kukus, karena kebetulan baru beli kertasnya, jadi sekalian dicoba deh, hehee
Resep asli memakai pasta coklat, dan karena dirumah ga ada pasta coklat dan hanya ada pasta pandan dan pasta buah lainnya, walhasil jadilah warnanya putih hijau saja, hohoo
Kue yang ada difoto hasil modifikasi saya dari resep diatas.
Yuk, kreasikan imajinasi kulinermu ^_^
“Tahu rasanya menunggu?
Pernah dilarang untuk menunggu seseorang?”
ooOoo
Kenalin, aku Dilla Khaira, aku
sekarang jadi mahasiswi tingkat akhir di salah satu kampus bergengsi di kotaku.
Aku mau nanya, kamu pernah ga ngerasain gimana capenya nunggu seseorang, padahal
orang itu udah ngelarang kamu buat nunggu dia?
Aku pernah...
ooOoo
-Flashback On-
“Dilla, kamu kok telat
banget sih datangnya? Kamu tau ini jam berapa? Jam 8 lewat...”
Kamu tau siapa yang nyerocos
barusan? Pasti ga. Aku kasih tau nih. Dia itu Zifa, lengkapnya Jinan Nazifa,
sohib ku yang udah kayak bos ku. Ngakunya feminin tapi kalau udah teriak, aku
saranin kamu tutup telinga atau lari jauh-jauh dari dia. Kamu tau maksudku,
kan?
“Aku tau Zif, kamu liat
sendiri kan aku barusan datang dari ruang guru piket...”, jawabku datar sembari
duduk disampingnya.
“Tumben banget Dil, kamu
kan biasanya ga pernah telat.”
“Sekali-sekali boleh dong aku
telat,” ucapku asal. Dan walhasil, satu jitakan mendarat dikepalaku, siapa lagi
pelakunya kalau bukan Zifa.
“Kamu mesti cerita sama aku.
Kenapa kamu telat, kenapa muka kamu kusut, kenapa suara kamu serak dan kenapa
mata kamu sampai bengkak gitu?”
(Ini orang umurnya udah
berapa tahun sih? Nanyanya kayak anak kecil aja. Ckk...)
Aku baru sadar, mataku
masih bengkak. Pantas aja dari tadi dia menatapku penuh selidik. Aaaarrgghh, aku
baru ingat kalau ini anak punya bakat jadi detektif...
“Aku ga ken...”
“Jangan bilang kalau tadi
malam kamu abis nangis?” Dasar Zifzaf, aku belum selesai ngomong, dia malah
motong, iissshhh...
“Aku ga kenapa-napa bos
Zifa. Tadi aku kelilipan. Aku tadi berangkat pake motor, aku lupa bawa
kacamata, kamu tau sendiri kan? mata aku itu sensitif sama debu...” aku bohong?
Pasti... Dan sialnya, si Zifzaf ini malah tahu kalau aku bohong. Huhh...
“Halah, pake alasan
kelilipan lagi. Aku kenal kamu ga cuma sehari, Non! Aku tau gimana kamu. Pasti
gara-gara si kutu kertas itu, kan? Pulang sekolah aku mampir ke rumah kamu. Dan
kamu mesti cerita sedetail-detailnya. Dan ga pake boong. Paham?”
Aku cuma bisa nganggukin
kepala, karena kalau bos yang satu ini sudah penasaran, jangan harap dia bakal
tenang, dia bakal introgasi anak buahnya sejelas-jelasnya tanpa ampun.
=====
Sepulang sekolah. Di
kamarku...
“Dil, kamu cerita deh sama aku,
kamu kenapa?” tanyanya lembut. Dasar ini anak, aku cape tahu, rutukku dalam
hati tentunya.
“Zif, kamu bisa ga nahan
pertanyaan kamu nanti. Perut aku udah minta di isi nih...”
“Hee...aku juga. Ya udah
kita ke ruang makan yuk...” ajaknya tanpa dosa dan tanpa mikir kalau yang dia
ajak makan itu tuan rumahnya. Ckk...
=====
“Zif...”
“Emmhh...”
“Kamu pernah ga...”
“Apaan? Ngomong tu yang
jelas, Dil...” sahutnya tanpa menoleh kearahku. Mungkin karena ga ada respon
dari ku yang udah banjir airmata dari tadi, dia menatapku.
“Ya Allah... Dilla, kamu
kenapa? Kenapa bisa sampai kayak gini sih? Ya udah, kita ke kamar kamu, oke?”
Dan aku jawab dengan anggukan.
=====
“Dil, kenapa?”
“Zif, aku dilarang nunggu
dia...”
“Dia? Dia siapa, Dil? Zein
maksud kamu?”
Aku mengangguk lemah.
“Udah aku duga, si kutu
kertas itu biang keroknya. Dia ngomong apa emang? Cerita ke aku...”
Lalu aku ceritain ke Zifa
sedetail-detailnya.
=====
Minggu pagi kemarin, sehari
sebelum aku masuk ruang guru piket, aku sama Zein pergi ke taman dekat rumahku.
FYI, aku sama Zein udah tunangan. Awalnya, kita berdua senang-senang.
Naik perosotan, main ayunan, makan es krim sambil foto bareng. Tiba-tiba Zein mengajakku
ke suatu tempat. Kamu tau kemana? Dia ngajak aku ke rumah sakit. Jelas aku
bingung. (Kenapa? Karena tadi kita berdua lagi seru-serunya, eh... dia malah
tiba-tiba datang ke rumah sakit.) Sesampainya disana, dia mengajakku ke sebuah
ruangan khusus, yang belakangan aku tau kalau itu ruangan khusus untuk penderita
kanker. Kebingunganku bertambah saat dia bilang,
“Dil, mereka yang ada
disini, hanya punya sedikit harapan untuk bertahan hidup.” Dia mengatakannya
dengan tatapan kosong. Sebelum aku balik bertanya,
“Dil, jangan nunggu aku
lagi, ya...” perkataan yang sontak membuat ku teramat kaget.
“Zein, apa maksud kamu?
Bentar lagi kita lulus, lalu kita nikah dan lanjut kuliah bareng. Itu udah jadi
kesepakatan kita kan? Kenapa sekarang kamu ngelarang aku nunggu kamu lagi?”
“Aku mohon, Dil. Jangan
pernah nunggu aku lagi...” kemudian dia berlalu meninggalkanku sendiri.
=====
“Jadi maksud kamu, Zein
ninggalin kamu gitu aja? Tanpa bilang apa alasannya?”
“Iya, Zif. Aku belum sempat
dapat jawaban dari dia. Dia udah pergi ninggalin aku sendiri disana.”
“Kamu udah nyoba telpon
dia?”
“Udah Zif, kemarin
sesampainya dirumah, aku telpon dia, tapi malah direject. Aku telpon beberapa
kali, tetap sama. Sms sama bbm aku juga ga dia balas,” ucap aku sesenggukan.
“Ya udah, besok kita
samperin dia di kelasnya. Kita minta dia buat ngejelasin semuanya. Kamu tenang,
ya... Aku pulang dulu, udah sore. Besok pagi aku jemput kamu. Jangan nangis
lagi, non...” Zifa pun berpamitan pulang dan tinggallah aku sendiri.
Sembari menanti kejelasan
dari Zein.
-Flashback Off-
ooOoo
“Dilla, kita balik yuk...”
Suara Mas Ayat menyadarkanku dari lamunan.
Disini. Di pemakaman ini.
Ini tahun kedua
pernikahanku dengan Mas Ayat. Mas Ayat melamarku tepat sebulan setelah
kepergian Zein. Mas Ayat, dia kakaknya Zein. Zein melimpahkan janjinya untuk
menikahiku kepada Mas Ayat.
=====
Ya. Setelah hari itu, hari
dimana Zein melarangku untuk menunggunya
lagi, usahaku dan Zifa untuk menemuinya dan meminta penjelasan darinya berakhir
nihil. Zein tidak pernah kembali ke sekolah. Bahkan keluarganya pun tiba-tiba
menghilang tanpa alasan.
Aku terus mencari info
tentangnya, tapi hasilnya tetap sama. Tak ada kabar darinya.
Lalu, tepat 40 hari setelah
hari itu, aku mendengar kabar bahwa dia berada di rumah sakit. Rumah sakit yang
sama yang pernah kami kunjungi di hari itu.
Aku, Zifa dan keluargaku
segera mendatanginya. Marah, sedih, kesal, bercampur jadi satu. Saat itu yang
terpikir olehku adalah memarahinya, memintanya untuk bertanggung jawab atas semua
kekacauan yang dia tinggalkan.
Tapi, kemarahan itu tak
pernah bisa ku katakan, karena ketika aku memasuki ruangan itu, aku melihatnya
terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Wajahnya pucat, tapi senyumnya yang ku
rindukan masih terukir manis dibibirnya. Dia mengisyaratkan agar aku mendekat.
Sungguh, aku tak kuasa
menahan airmata. Andai saja hubungan kami sudah sah, inginku memeluknya,
memeluk tubuh lemah itu. Aku mendekatinya, berusaha sekuat tenaga menghentikan
isak tangisku. Dia menatapku lemah.
“Dilla, maafin aku. Sudah
membuatmu marah, kesal, dan aku telah merusak mimpi indahmu. Maaf aku
melarangmu untuk menungguku lagi. Maaf aku tidak menjelaskan semuanya. Aku tahu
semuanya akan berakhir seperti ini. Aku takut meninggalkanmu, disaat kamu
bahagia. Maaf aku membuatmu sedih. Aku hanya ingin kamu bahagia tanpa kenangan
tentangku. Maafkan aku, Dilla...” ucapnya lemah.
Sontak saja airmata ini
mengalir dengan derasnya. Zifa, keluargaku dan keluarga Zein hanya bisa menatap
kami berdua.
“Zein, kenapa kamu tega?
Kenapa kamu ga bilang sama aku? Kenapa baru sekarang?” isakku.
“Dilla, maafkan aku. Aku
ingin kamu bahagia. Menikahlah dengan Mas Ayat. Dia lelaki yang baik, yang akan
menjagamu. Aku mempercayainya...” ucapnya lirih.
“Zein...”
“Dilla, waktuku tidak lama
lagi. Jadilah istri yang sholehah. Jadilah yang terbaik. Aku akan menjadi
saksimu dikejauhan sana. Bismillahirrahmanirrahim, Asyhadu an laa ilaaha
illallah, wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah...” dia berbisik lirih,
semakin lirih, menyisakan senyap di hati.
ooOoo
Amt, 110114
*sekumpulan kalimat pengganti kata
*Sketsa Buram Sang Perindu Surga
*Ai 'aiSy Aishah
Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh...
Holaaaa my freeennn...
Aye mau ngeshare my first short-tutor (halah..bahasanye...) yang
aye bikin, yang ilmunya aye dapet dari berbagai sumber yang aye baca, xixixii
Selamet ngebaca, ye... moga manfaat buat kite semua... *muka
unyu... (✿◠‿◠)
# CARA MENGGANTI STANDAR PENGUKURAN DI MICROSOFT WORD #
Standar pengukuran Word biasanya memakai “inchi”. Sekarang aye
mau ngeshare cara supaya manteman bisa menyesuaikan standar pengukuran dengan
ukuran yang lebih manteman mengerti. Tujuannya? Ya, biar ngetiknya cepat ples
ga kelamaan mikir *ga nyambung*, xixiii...
Kemon, now, kita ganti mantan, eh, kita ganti standar ukuran
Wordnya bareng-bareng... ƪ(^▽^)ʃƪ(^o^)ʃ
Oya, maaf ya, Word aye udah make our language alias bahasa
Indonesia, jadi bagi manteman yang Wordnya make English, harap sabar ya... (✿◠‿◠)
Etapi jangan khawatir, ada gambarnya kok... :)
Jadi, manteman masih bisa ngikutin short-tutornya..hehee
1 1. Buka Word kamu, like this...
2. Sebelum ngetik, klik kanan di ribbon/pita taksbar, sampai muncul
jendela seperti ini,
3. Lalu klik,
4. Nantinya, setelah ngeklik “Sesuaikan Bilah Akses Cepat”, akan muncul
jendela seperti gambar di bawah ini,
5. Then, klik “Tingkat Lanjut”,
6. Setelah muncul gambar di atas, manteman cari ya, sampe nemu menu
“Tampilan” kayak di bawah ini,
7. Udah nemu, kan? :) Manteman tinggal menyesuaikan dengan standar ukuran yang
manteman mau. Kalo udah, tinggal klik “OK”. Dan akhirnya, standar ukuran di
Word manteman akan berubah sesuai pengukuran yang dipilih.
Berikut beberapa screenshoot setelah perubahan... *aye
ngerubah inchi jadi senti, biar lebih gampang, hueheee (⌒˛⌒ )*
Sekian short-tutornya... oya, dari step yang udah kita lalui
bersama *ciyeeee*, manteman bisa mengganti berbagai option dari Word, agar
dapat mempermudah kinerja pengetikan manteman. Insya Allah, kita bakal ketemu
lagi dalam utak-atik short-tutor selanjutnya. See you next time.... tataaaahhh (^o^)/
Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh...
Tadi pagi, waktu buka fb, ada teman yang share tentang ilmuwan muslimin, yang kadang kita jarang mengetahuinya, karena westernisasi ilmu yang selama ini kita dapat. Seringkali ilmuwan muslim dicatut sebagai ilmuwan barat, dengan mengganti nama mereka dengan nama yang kebarat-baratan, sehingga kita yang awam mengira bahwa mereka adalah ilmuwan barat.
Berikut foto yang saya dapat dari share ilmu teman fb tadi. :)
Semoga bermanfaat untuk kita semua :)
Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh.
Di zaman ini, sedikit sekali orang-orang yang
hafal Al-Quran. Kita bisa melihat, para orang tua
lebih resah kalau anaknya tidak bisa matematika
atau bahasa Inggris, ketimbang tidak tahu Al-
Quran. Padahal, itu adalah keluarga Muslim.
Sebagai orang Islam, kita
harus yakin, hanya Al-Quran lah sebagai petunjuk
hidup kita.
Ketika zaman semakin berputar mengikuti arus
syahwat manusia,
selayaknyalah kita sebagai orang Islam (mungkin)
harus mulai kembali menanamkan azam dan niat,
tekad dan keinginan untuk mulai menghafal Al-
Quran.
Dan untuk memudahkan menghafalnya, ada
beberapa teknik dan persiapan khusus yang bisa
dipakai. Beberapa di antaranya:
* lkhlaskan niat dan bersabar
* Jangan lupa baca basmillah dulu
* Berdoa kepada Allah swt
* Bersih dari hadas kecil dan besar
* Sebaiknya menghadap kiblat
* Memakai pakaian putih yang bersih dan
menutup aurat
* Jangan banyak berkata dan ketawa ketika
membaca dan menghafal
* Memberikan perhatian sepenuhnya
* Jangan membaca ketika mengantuk atau
menguap
* Berhenti membaca ketika ingin buang angin
* Salat dua rakaat sebelum memulai
beberapa teknik dan persiapan khusus yang bisa
dipakai. Beberapa di antaranya:
* lkhlaskan niat dan bersabar
* Jangan lupa baca basmillah dulu
* Berdoa kepada Allah swt
* Bersih dari hadas kecil dan besar
* Sebaiknya menghadap kiblat
* Memakai pakaian putih yang bersih dan
menutup aurat
* Jangan banyak berkata dan ketawa ketika
membaca dan menghafal
* Memberikan perhatian sepenuhnya
* Jangan membaca ketika mengantuk atau
menguap
* Berhenti membaca ketika ingin buang angin
* Salat dua rakaat sebelum memulai
SEBELUM MENGHAFAL
1. Mempunyai azam dan minat untuk menghafal
2. Memilih waktu yang sesuai untuk menghafal
3. Memilih tempat yang sesuai untuk menghafal
4. Berada dalam keadaan tenang
5. Tenangkan pikiran sebelum menghafal
6. Pilih sebuah jenis mushaf dan jangan ubah
dengan jenis mushaf lain
7. Beristighfar, membaca selawat dan doa
sebelum mulai menghafal
1. Mempunyai azam dan minat untuk menghafal
2. Memilih waktu yang sesuai untuk menghafal
3. Memilih tempat yang sesuai untuk menghafal
4. Berada dalam keadaan tenang
5. Tenangkan pikiran sebelum menghafal
6. Pilih sebuah jenis mushaf dan jangan ubah
dengan jenis mushaf lain
7. Beristighfar, membaca selawat dan doa
sebelum mulai menghafal
TEKNIK-TEKNIK MENGHAFAL
A. Teknik “Chunking” (potongan-potongan)
* Mengelompokan ayat yang panjang dalam
beberapa bagian yang memang sesuai mengikuti
arahan guru atawa ustadz, jika belajar bersama
mereka
* Mengelompokan awal surat pada beberapa
bagian (2 atau 3 bagian) yang sesuai
* Mengelompokan surat dalam beberapa bagian,
contohnya mengikut pertukaran cerita
* Mengelompokan juz kepada beberapa bagian
mengikut surah, hizib, rubu’, cerita dan
sebagainya
* Mengelompokan kelompok surah, setiap 10 juz
dan sebagainya
B. Teknik Mengulang
* Membaca sepotong atau sebagian ayat
sekurang-kurangnya lima kali sebelum mulai
menghafalnya
* Membaca ayat yang telah dihafal berulang-
ulang kali (10 atau lebih)
* sebelum berpindah ke ayat seterusnya
* Selepas menghafal setiap setengah halaman,
harus diulang beberapa kali sebelum diteruskan
bagian yang setengah halaman lagi
* Sebelum menghafal bagian Al-Qur’an
seterusnya, harus diulang bagian yang
sebelumnya.
C. Teknik Menghafal Dengan Teman
* Pilih seorang teman yang sama-sama berminat
* Orang pertama membaca dan disimak oleh
orang kedua
* Orang kedua membaca dan disimak oleh orang
pertarna
* Saling menyebut ayat antara satu sama lain
D. Teknik Mendengar Kaset/CD
* Pilih seorang qari yang baik bagi seluruh
Alquran atau beberapa qari bagi surah-surah
tertentu
* Sebelum mulai menghafal, dengar bacaan ayat-
ayat yang ingin dihafal beberapa kali
* Amati cara, lagu dan tempat berhenti bacaan
qari tersebut sehingga terpahat di pikiran
* Mulai menghafal ayat-ayat tersebut dengan
cara dan gaya qari tersebut
* Sentiasa mendengar kaset/CD bacaan Alquran
dan kurangi atau tinggalkan mendengerkan lagu-
lagu kerana akan mengganggu penghafalan
E. Teknik Merekam
* Rekam bacaan kita di dalam kaset dan
dengarkan lagi untuk memastikan bacaan dan
hafalan yang betul
* Bagi kanak-kanak, rekam bacaan ibu-bapa atau
guru kemudian diikuti oleh bacaan kanak-kanak
tersebut
* Minta kanak-kanak tersebut mendengar kembali
rekaman tersebut beberapa kali hingga
menghafalnya
F. Teknik Menulis
* Tulis kembali surat yang telah dihafal.
Kemudian cek lagi dengan mushaf.
* Menulis setiap ayat pertama awal surat, atau
setiap rubu’, atau setiap juz, atau setiap surah
dalam sehelai kertas.
MEMELIHARA HAFALAN
1. Jauhi maksiat mata, maksiat telinga dan
maksiat hati
2. Banyak berdoa, terutama waktu mustajab doa
seperti ketika berbuka puasa, ketika dalam
perjalanan, selepas azan dan lain-lain lagi
3. Menetapkan kadar bacaan setiap hari,
contohnya, selembar, setengah juz, 1 juz dan
sebagainya
4. Membaca pada waktu pagi dan mengulangnya
pada waktu malam
5. Jangan membaca ketika sedang bosan, marah
atau ngantuk
6. Menulis setiap ayat yang mutasyabih
Semoga bermanfaat untuk kita semua :)
Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh.








.png)










